Headlines News :
Home » , » Human Trafficking

Human Trafficking

Written By wiwinsulis.blogspot.com on Sabtu, 29 Maret 2014 | 15.07

Perdagangan manusia merupakan salah satu masalah yang pelik dan sekaligus memilukan dunia perkerimanusiaan. Banyak hak manusia yang direnggut hanya demi apel Malang (rupiah red) maupun apel Washington (dolar red). Padahal harga itu tidak sebanding dan manusia memang bukan untuk diperjual-belikan. Salah satu pukulan dalam catatan yang dikaitkan dengan human trafficking yakni yang baru terjadi kasus penculikan bayi di RSHS, ruang Alamanda selepas dilahirkan oleh ibunya. Oleh dari itu kita semua perlu mewaspadai dan menjaga orang-orang di sekitar kita agar tidak terjerat dalam perdagangan manusia. Beberapa poin yang menjadi catatan untuk diperhatikan seperti di bawah ini:

Modus Para Pelaku
Ada banyak modus yang dijadikan pelaku untuk menjerat para korban. Modus  yang paling sering digunakan adalah iming-iming kerja dengan gaji menggiurkan, baik dilakukan lewat lembaga penyalur tenaga kerja maupun langsung orang per orang dan biasanya korbannya orang – orang pedesaan. Setelah menjerat para korban, pelaku mengirim mereka ke lokalisasi – lokalisasi yang ada di dalam negeri maupun luar negeri. “Setiap malam sabtu harus melayani sekitar 20 orang dan bahkan kalau malam minggu bisa sampai 30 orang setiap malamnya” Pak Kartono menambahkan.  Modus lain yang digunakan pelaku adalah iming-iming sebagai duta seni budaya yang salah satunya dilakukan oleh seorang notaris di Surabaya yang korbannya mencapai ratusan orang. Suatu tindakan bisa disebut perdagangan manusia apabila memenuhi tiga unsur. Unsur pertama adalah proses yang meliputi perekrutan, peemindahan, pengiriman, pemindahtanganan penampungan. Unsur kedua adalah cara yang meliputi  ancaman, penculikan, penipuan, pemalsuan, jeratan hutang, bujuk rayu. Unsur ketiga adalah tujuan eksploitasi seksual, pornografi, eksploitasi ekonomi, kerja paksa perbudakan, pengambilan organ tubuh.

Orang yang rentan menjadi korban dan akibat dari perdagangan manusia
Siapa saja orang yang rentan menjadi korban perdagangan manusia?mereka adalah orang miskin, orang dengan pola hidup konsumtif, berpendidikan rendah, tidak memiliki keterampilan, korban konflik, dan korban bencana alam. Adapun akibat yang timbul bagi para korban perdagangan manusia ini adalah terkucil, depresi, mengalami penyiksaan, putus asa, terkena penyakit HIV, dan yang paling parah adalah kematian.

Kita semua yang harus mencegah
Di penghujung diskusi Bapak Kartono menghimbau untuk  mengkampanyekan pencegahan perdagangan manusia karena bisa terjadi kepada siapa saja. Kita harus melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang perdagangan manusia. Meningkatkan kewaspadaan terhadap rayuan dan bujuk rayu para calo tenaga kerja. Apabila mengetahui dugaan perdagangan manusia segera menghubungi kepolisian terdekat.

narasumber: pak Kartono
http://lenteraharapan.wordpress.com/2012/12/17/stop-human-trafficking-sekarang-juga/


Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : achmad bukhori
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. KAMMI WILAYAH JAWA TIMUR - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template