Perdagangan manusia merupakan salah satu masalah yang pelik dan sekaligus memilukan dunia perkerimanusiaan. Banyak hak manusia yang direnggut hanya demi apel Malang (rupiah red) maupun apel Washington (dolar red). Padahal harga itu tidak sebanding dan manusia memang bukan untuk diperjual-belikan. Salah satu pukulan dalam catatan yang dikaitkan dengan human trafficking yakni yang baru terjadi kasus penculikan bayi di RSHS, ruang Alamanda selepas dilahirkan oleh ibunya. Oleh dari itu kita semua perlu mewaspadai dan menjaga orang-orang di sekitar kita agar tidak terjerat dalam perdagangan manusia. Beberapa poin yang menjadi catatan untuk diperhatikan seperti di bawah ini:
Modus Para Pelaku
Ada banyak modus yang dijadikan pelaku untuk menjerat para korban.
Modus yang paling sering digunakan adalah iming-iming kerja dengan gaji
menggiurkan, baik dilakukan lewat lembaga penyalur tenaga kerja maupun
langsung orang per orang dan biasanya korbannya orang – orang pedesaan.
Setelah menjerat para korban, pelaku mengirim mereka ke lokalisasi –
lokalisasi yang ada di dalam negeri maupun luar negeri. “Setiap malam
sabtu harus melayani sekitar 20 orang dan bahkan kalau malam minggu bisa
sampai 30 orang setiap malamnya” Pak Kartono menambahkan. Modus lain
yang digunakan pelaku adalah iming-iming sebagai duta seni budaya yang
salah satunya dilakukan oleh seorang notaris di Surabaya yang korbannya
mencapai ratusan orang. Suatu tindakan bisa disebut perdagangan manusia
apabila memenuhi tiga unsur. Unsur pertama adalah proses yang meliputi
perekrutan, peemindahan, pengiriman, pemindahtanganan penampungan. Unsur
kedua adalah cara yang meliputi ancaman, penculikan, penipuan,
pemalsuan, jeratan hutang, bujuk rayu. Unsur ketiga adalah tujuan
eksploitasi seksual, pornografi, eksploitasi ekonomi, kerja paksa
perbudakan, pengambilan organ tubuh.
Orang yang rentan menjadi korban dan akibat dari perdagangan manusia
Siapa saja orang yang rentan menjadi korban perdagangan
manusia?mereka adalah orang miskin, orang dengan pola hidup konsumtif,
berpendidikan rendah, tidak memiliki keterampilan, korban konflik, dan
korban bencana alam. Adapun akibat yang timbul bagi para korban
perdagangan manusia ini adalah terkucil, depresi, mengalami penyiksaan,
putus asa, terkena penyakit HIV, dan yang paling parah adalah kematian.
Kita semua yang harus mencegah
Di penghujung diskusi Bapak Kartono menghimbau untuk mengkampanyekan
pencegahan perdagangan manusia karena bisa terjadi kepada siapa saja.
Kita harus melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang perdagangan
manusia. Meningkatkan kewaspadaan terhadap rayuan dan bujuk rayu para
calo tenaga kerja. Apabila mengetahui dugaan perdagangan manusia segera
menghubungi kepolisian terdekat.
narasumber: pak Kartono
http://lenteraharapan.wordpress.com/2012/12/17/stop-human-trafficking-sekarang-juga/



0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !