Headlines News :
Home » , » 0 JIWA PEMUDA BERTAHTA DALAM RAGA

0 JIWA PEMUDA BERTAHTA DALAM RAGA

Written By nona kecil on Jumat, 28 Oktober 2016 | 11.01




_(Refleksi dalam momentum 88 tahun Sumpah Pemuda)_
@shahrusaifuddin


Berkisah mengenai pemuda, adalah sudah seharusnya setiap kita (pemuda) mengambil pelajaran dari setiap kisah yang disajikan, didalamnya terdapat hikmah, yaitu sebuah pembelajaran yang tepat.

Pada dasarnya setiap pemuda memiliki masa yang berbeda, kondisi yang berbeda, maka tantangan pun juga berbeda dan yang terbaik adalah mereka yang mengetahui masanya,

Ia menjadi tumpuan harapan atas berbagai persoalan. Karena realita pemuda hari ini dapat diproyeksikan untuk memprediksi masa depan sebuah entitas peradaban

Namun, masalah klasik itupun masih bermunculan, diantaranya hedonisme yang berlebihan serta pemikiran yang salah kaprah ditambah rasa egoisme tinggi menjulang,

Sayyid Qutb mengatakan, dalam sebuah keterpurukan keadaan dibutuhkan seorang pionir kepemimpinan, syaratnya ia memiliki aqidah keimanan yang kokoh dan manhaj disertai ilmu yang benar,

Imam Hasan Al Banna menuliskan, wahai para pemuda, perbaharuilah iman dan tentukan tujuan serta sasaran kalian. Sebab kekuatan pertama adalah iman, buah dari iman ini adalah kesatuan, dan konsekuensi logis kesatuan adalah kemenangan yang gilang gemilang. Oleh karenanya, berimanlah kalian, eratkanlah ukhuwah dan bekerjalah,

Allah SWT berfirman: _"Dan agar orang-orang yang telah diberi ilmu, meyakini bahwasanya Al Quran itulah yang hak dari Tuhan-mu lalu mereka beriman dan tunduk hati mereka kepadanya dan sesungguhnya Allah adalah Pemberi Petunjuk bagi orang-orang yang beriman kepada jalan yang lurus."_ (QS. Al-Hajj: 54)

Telah jelas, bahwa jiwa pemuda yang memiliki keinginan kuat dan ilmu pengetahuan yang luas diwujudkan dalam manhaj yang benar, yang mampu menjadi pionir pengubah keadaan,

Mahfudz Sidiq menyebutkan ada 5 unsur dalam jiwa seorang pemuda; idealisme, kecerdasan, sikap kritis dan kepekaan sosial, keberanian serta pengorbanan. Tak ada kenyamanan, karena perlawanan tidak dimulai dari kemapanan,

Kebenaran islam layaknya sebuah pedang yang terhunus, dan sedang menanti tangan perkasa dari sang pahlawan,

Meneladani berbagai kisah kepahlawanan, di negeri ini pun tak pernah lupa kisah sesosok pahlawan berserta pasukannya yang penuh keteladanan yang memperjuangkan dakwah Islam di tengah situasi mencekam, ialah sang putra mahkota, Pangeran Diponegoro, putra Sri Sultan Hamengkubuwono III,

Seorang ulama muda sekaligus pejuang, pasukannya pun para penghafal Al-Qur'an. Beliau memilih meninggalkan kenyamanan demi memperjuangkan Islam dan Negeri ini dari musuh yang menjajah. Perjuangannya menggetarkan lawan hingga terdengar di seantero dunia masa itu,

Merindu sosok seperti inipun tak terlewatkan menjadi sebuah pilihan. Negeri ini membutuhkan pahlawan, dan pemudalah yang menjadi harapan. Kata Anis Matta; _"Bukan sesosok Superman tapi Superteam"_, artinya tidak hanya satu pemuda, melainkan banyak pemuda yang memiliki jiwa yang bertahta dalam raga.

Selamat Hari Sumpah Pemuda ke-88


Ditulis dalam perjalanan menuju kota Yogyakarta, 28 Oktober 2016
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : achmad bukhori
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. KAMMI WILAYAH JAWA TIMUR - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template