Headlines News :
Home » , , » 0 SuCi : Minggu Produktif untuk KAMMI MENGAJAR

0 SuCi : Minggu Produktif untuk KAMMI MENGAJAR

Written By nona kecil on Jumat, 02 Desember 2016 | 00.01



KAMMI, Malang - Minggu Produktif, dua kata yang tak asing bahkan mengakar bak budaya pada jiwa-jiwa muda. Pada hari minggu lalu, tepatnya tanggal 27 November 2016, telah terselenggara team building training yang diperuntukkan bagi tim school of children (SuCi) sebagai bekal dalam melaksanakan kegiatan KAMMI MENGAJAR. Pelatihan tersebut menghadirkan 3 pemateri profesional di bidangnya masing-masing yang terdiri dari materi Self Awareness, Leadership, danCommunication skills. Materi Self Awarenessyang disampaikan oleh Ibu Shanti kembali menyadarkan para peserta training bahwa menemukan jati diri itu penting. Karena dengan adanya kesadaran diri maka individu tersebut mampu memahami diri sendiri dengan tepat sehingga didapatkan suatu kepercayaan diri. Dimana dalam faktanya terdapat 2 tipikal yaituself focusing situation dan self focusing person. Lebih lanjut, disampaikan bahwa untuk menemukan jati diri dapat menggunakan Teori Johari Windows yang memetakan bagian diri menjadi 4 area yakni open area (OA), blind area(BA), hidden area (HA), dan dark area (DA). Jika bagian OA lebih besar maka semakin produktif dan menguntungkan hubungan interpersonal. Jika HA lebih besar maka bisa menimbulkan miskomunikasi dan mengurangi tingkat kepercayaan. Jika pada BA maka dengan komunikasi akan semakin menambah informasi tentang kekuatan dan kelemahan kita, sedangkan untuk DA tingkat kedewasaan sangat memengaruhi. Disimpulkan bahwa inti atau point untuk mengetahui jati diri adalah dengan melakukan interaksi sehingga OA akan lebih besar dan DA pun semakin semakin kecil.




Materi kedua berkaitan denganLeadership yang disampaikan oleh Detha Alfrian Fajri. Pemaknaan kata leadership sangat beragam, satu diantaranya adalah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad dan Thabarani yaitu "setiap orang adalah pemimpin, dan setiap pemimpin akan dimintai pertanggungjawaban". Kesuksesan suatu kepemimpinan dilihat dari 3 komponen yakni leader, situation dan followers. Ketiga komponen tersebut saling memengaruhi, sehingga untuk mewujudkan kepemimpinan yang sukses maka: (1) On Mission, kisah Muhammad Al Fatih sangat menginspirasi dan dapat dijadikan sebagai teladan. Bagaimana pencapaian Misi yang ditetapkan sangat luar biasa oleh seluruh elemen yang terlibat. Adanya misi yang jelas disertai dengan segala persiapan yang utuh dan matang. Dan dalam konteks misi pembebasan Muhammad Al Fatih, persiapan di mulai dari menyiapkan pemimpin, pasukan sekaligus strategi perang yang luar biasa namun tetap menjaga hubungan diri dengan langit. Kesemuanya dipersiapkan untuk mewujudkan misi. Karena ketika misi jelas maka subjek yang terlibat akan berjuang sekuat tenaga untuk mewujudkannya. (2) coaching, "the leader job is creating another leader". Hal inilah yang kemudian harus dipahami, karena dalam Islam pun disebutkan larangan meninggalkan generasi lemah. Adapun perancoach adalah sebagai berikut a) menemani dengan hati selayaknya saudara, b) Rule Model yang mendampingi dengan inspirasi, c) Pathfinder, membimbing dengan Visi, dan d) Head Hunter, menyiapkan coach selanjutnya. (3) opennes to experience/ newness, prinsip ini harus dimiliki dalam suatu kepemimpinan, karena orang yang tidak terbuka dengan hal baru akan tertinggal dibelakang. Sehingga dibutuhkan kolaborasi antara inventionditambah commercialization. Invention adalah ide/ gagasan, kreatifitas sedangkan commercialization adalah manfaat yang dibutuhkan atau customer need. (4)communication, bagian penting dalam sebuah kepemimpinan. Qaulan dalam al quran terdapat pada beberapa surat yakni Qaulan Karima pada QS. Al-Isra:23, Qaulan Ma'rufa pada QS An-Nisa:5, Qaulan sadida, Qaulan Baligha pada QS An-Nisa:63, Qaulan Maysura pada QS Al-Isra:28, Qaulan Layyina pada QS. Thaha:44. (5). Team Builder, mampu mencipta kesatuan gerak. Dalam the rocket model disebutkan komponennya secara urut sebagai berikut: visi,talents, norms, comitmen, resources, and morale. Kelima hal tersebut jika dimiliki dalam sebuah kepemimpinan maka kesuksesan akan mampu terwujud.  



         




Materi ketiga adalah Communication Skills yang disampaikan oleh Wawan Saktiawan. Dikatakan bahwa komunikasi efektif dapat terwujud jika ada kesamaan latar belakang, dan jika tidak sama maka paksakan agar sama. Hal tersebut dapat dilakukan dengan terlebih dahulu mensurvei kesukaan, mengetahui dan menggunakan bahasa yang sama. Selain itu, dibutuhkan media dalam menciptakan komunikasi efektif. Kita harus siap atas adanya gangguan. Dalam konteks kegiatan mengajar, kita dapat memulainya dengan menanyakan cita-cita dibantu media gambar berupa poster, yang dalam penyampaiannya, kita harus bergerak dan ekspresif. Tahap penerimaan dalam suatu hubungan diawali dengan kita memasuki dunia mereka untuk kemudian membawa mereka ke dunia kita, dalam arti pemberian nila-nilai akan tercapai saat kenyamanan mulai timbul. Oleh karena itu, kita patut melakukannya yakni terlebih dahulu ikut ke dalam dunia mereka.Ketiga materi dalam membentuk team building memang menjadi kebutuhan tim SuCi.



                   


Tak hanya materi saja, disetiap sesinya diberikan games untuk mengaplikasikan setiap materi yang telah didapatkan. Hal ini sangat membantu tim SuCi untuk lebih memahami urgensi kesemua materi dalam menciptakan team building yang baik.Sehingga keseruan yang didapat menjadi berkali lipat. Kini tim SuCi telah terupgrade dan siap untuk terjun dalam kegiatan KAMMI MENGAJAR mengaplikasikan dan mengkolaborasikan semua ilmu dan tak sabar untuk memulai. (*/jun)
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : achmad bukhori
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. KAMMI WILAYAH JAWA TIMUR - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template