Dan orang orang yang berkata: "Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam (pemimpin) bagi orang-orang yang bertakwa. (Q.S. Al –Furqan : 74)
Assalamu'alaikum Warahmatullahhi wabarakatuh….
Ayat ini menjadi inspirasi bagi saya untuk mengawali membuat catatan bagi para kader KAMMI Jawa Timur yang akan memasuki sebuah gerbang arena pengkaderan level tertinggi di KAMMI yaitu Daurah Marhalah 3. Ayat ini sering disampaikan kepada pasangan suami-istri sebagai do'a di awal pernikahan mereka. Namun kalau direnungi kembali sesungguhnya ada pesan yang sangat dahsyat dari Allah Ta'ala didalam ayat ini khususnya bagi kader dakwah pengusung Panji-Panji Kejayaan islam di masa yang akan datang. Do'a itu mengandung pemikiran tentang visi kepemimpinan Ummat yang diawali dari pembentukan diri dan keluarga yang sakinah, yang dari sana akan melahirkan generasi pemimpin. Tidak main-main, generasi yang hendak dicetak adalah generasi Pemimpinnya Orang-Orang bertaqwa. Maka sesungguhnya bagi ummat islam yang benar-benar menghayati ayat ini dia akan paham bahwa harus ada keresahan bagi kaum muslimin tentang masa depan anak-anaknya. Yaitu tentang keresahan akan kualitas generasi yang aka datang. Mempersiapakan Generasi Pemimpin Ummat di masa yang akan datang.
Keresahan akan Generasi Penerus. Tema inilah yang menjadi beban bagi kami para pengurus wilayah di jawa Timur (terutama Departemen Kaderisasi) didalam memikirkan kualitas generasi islam yang akan datang. Dimana KAMMI telah memposisikan dirinya sebagai gerakan pemuda Islam yang menggaransi dalam manhaj Kaderisasinya untuk menjadi pengganti para pemimpin generasi saat ini. Pertanyaan-pertanyaan yang dapat menggambarkan kerisauan itu antara lain adalah: Bagaimana kualitas Ke-Imanan Mereka?? Bagaimana kulitas pemikiran mereka?? Sannggupkah kapasitas mereka mengusung Kebangkitan islam?? Mampukah mereka mengeluarkan ummat dari kesengsaraan?? Kuatkah diri mereka bertahan ketika dihampiri gelombang Hambatan, Tantangan, Ujian dan Cobaan yang mungkin tak pernah mereka sangakakan? Dan segudang pertanyaan lain yang menggelayuti pikiran ketika KAMMI ingin merealisasikan Ke-Pemimpinan bagi orang-orang yang bertaqwa.
Sesunghnya Manhaj kaderisasi KAMMI dengan Out Come Kader "Muslim Negarawan" telah dikonsep sedemikian rupa, sehingga visi melahirkan Pemimpin Ummat di massa yang akan datang sesuai dengan yang diinginkan Islam bisa lebih dekat untuk bisa diaplikasikan. Daurah marhalah 3 yang akan antum ikuti adalah bagian dari ikhtiar itu. Maka penting untuk ditanamkan dalam diri antum bahwa, terpilihnya antum untuk mengikuti pengkaderan tahap 3 ini membawa harapan besar bagi kelangsungan proses kelahiran generasi pemimpin ummat di masa yang akan datang. Kita semua tentu memahami bahwa proses untuk mencetak para pemimpin ummat massa depan ini bukanlah proses yag mudah. Dianya adalah sebuah proses yang berat, memakan waktu yang tidak sebentar, membutuhkan sarana-sarana yang banyak, mengeluarkan dana yang tidak sdikit, dan tentunya melalaui mekanisme seleksi yang ketat. Dan antum tentu telah melalui prosesi itu di KAMMI, dan dianggap layak untuk menjadi stock kepemimpinan bagi Gerakan ini, yang nantinya akan ditransformasikan menjadi pemimpin-pemimpin ummat di negeri ini.
Antum tentu memahami bahwa dalam sebuah gerakan dakwah (khusunya dalam hal ini adalah KAMMI) adanya levelisasi dalam pengkaderan adalah sebuah keniscayaan. Setelah mengikuti level pengkaderan yang lebih tinggi, maka antum akan naik kepada jenjang kader yang lebih tinggi pula. Dalam hal peningkatan level pengkaderan ini, ada dua aspek yang menjadi penilaian untuk menaikkan seorang kader menuju kepada jenjang yang lebih tinggi. Yang Pertama adalah aspek Kapasitas. Untuk memasuki ke jenjang pengkaderan tingkat 3 ini, antum telah dinilai memenuhi apa yang kita sebut dengan Muwashofat (kecakapan) sebagai AB 2. (Terlepas apakah antum telah bena-benar memenuhinya atau tidak, apabila antum telah lolos seleksi maka antum dianggap selesai dengan pemenuhan muwashofat itu). Disinilah kemudian perlunya antum melihat kembali kapasitas diri antum tersebut. Melihat kembali sejauh mana kapasitas itu ada pada diri kita, menjadi bekal bagi kita untuk terus memiliki semangat belajar dan berusaha semaksimal mungkin memenuhi muwashofat yang mungkin terasa kurang. Aspek kapasistas ini akan terlihat secara dzahir nantinya, sehingga kelayakan antum mengikuti jenjang pengkaderan level 3 juga akan antum pertanggungjawabkan.
Aspek yang kedua adalah Loyalitas. Kenapa hal ini penting untuk dijadikan ukuran? Dalam sebuah gerakan dakwah (wa bil khusus KAMMI) tongkat Loyalitas seorang kader menunjukkan komitmen dan tanggungjawabnya pada amanah yang akan diembankan padanya. Sehingga semakin tinggi jenjang seorang kader, maka Amanahnya juga akan semakin berat, dan tanggungjawabnya juga semakin luas. Pengaruhnya pun juga akan semakin tinggi bagi gerakan. Hal ini menjelaskan kenapa Ketua KAMMDA harus AB 3 mislanya. Pemimpin yang akan dilahirkan dari gerakan ini harus benar-benar memiliki loyalitas yang tinggi kepada Islam dan Gerakan dakwah ini. Sehingga eksistensi gerakan dan keberlangsungan dakwah didalamnya bisa terus terjaga sampai akhir nanti. Maka secara sadar kesiapan antum untuk dijadikan pemimpin di level apapun dalam gerakan ini harus semakin kuat. Kontribusi nyata antum untuk KAMMI dan dakwah nantinya juga harus semakin tinggi.
Satu hal penting yang harus antum ingat ketika memasuki jenjang pengkaderan level 3 ini adalah tentang Ke-TELADAN-an. Nanti antum akan disebut sebagai kader AB 3. Bagi kader KAMMI tentu ini merupakan label yang prestisius yang bisa menunjukkan strata kader yang lebih tinggi. Maka berhati-hatilah akan jebakan Ke-Sombong-an. Baik itu kesombogan intelektualitas, kesombongan popularitas, ataupun kesombongan dalam dimensi yang lain yang bisa menghapuskan nilai pahala antum di hadapan Allah Ta'ala. Kebanggaan sebagai kader AB 3 KAMMI boleh-boleh saja menjadi perasaan pribadi, asalkan tidak terekspresikan secara berlebihan. Maka anggaplah levelisasi jenjang pengkaderan ini sebagai PERISAI bagi antum. Perisai untuk lebih menjaga akhlak antum, perisasi untuk lebih menghidari kemaksiatan, perisai untuk terus meningkatkan kapasitas dan kontribusi bagi dakwah. Karena antum akan menjadi TELADAN bagi kader AB 2 dan AB 1 di sekitar antum. Jangan sampai nanti ada kader yang kecewa dengan antum yang sudah berlabel AB 3.
Apakah masih ada diantara antum yang berangkat mengikuti sarana pengkaderan ini dengan keterpaksaan? Maka saya sampaikan kepada antum, segera hilangkan perasaan itu. Pahami kembali bahwa perjalanan antum ini adalah dalam rangka ibadah kepada Allah, dan mempersiapkan diri mengemban amanah Kholifah fil 'ard. Bukankah 2 hal itu yang menjadi misi kita di dunia ini?? Keterpaksaan itu dekat dengan Ke-Tidak Ikhlas-an. Maka apa yang antum harapkan dari Allah kalau tidak ada ke-ikhlasan dalam perjalan ini?? Antum telah memilih berangkat menuju arena DM 3, jangan sampai pengorbanan waktu, tenaga, fikiran dan tentunya dana antum menjadi sia-sia karena tidak sungguh-sungguh menjalani masa pengkaderan ini. Jadi berangkatlah dengan Kesiap-siagaan penuh, selalu berpikir positif dalam setiap keadaan dan Enjoy The Journey ….
Semog Allah senantiasa Memberkahi setiap langkah antum dalam hal ketaatan dan perjuangan di Jalan-Nya…
Wassalamu'alaikum Warahmatullahhi Wabarakatuh..
Malang, 29 September 2012
Senja menjelang Maghrib..
Roby Purnawirawan
Twitter : @roby_purna
Sent from my Windows Phone
Assalamu'alaikum Warahmatullahhi wabarakatuh….
Ayat ini menjadi inspirasi bagi saya untuk mengawali membuat catatan bagi para kader KAMMI Jawa Timur yang akan memasuki sebuah gerbang arena pengkaderan level tertinggi di KAMMI yaitu Daurah Marhalah 3. Ayat ini sering disampaikan kepada pasangan suami-istri sebagai do'a di awal pernikahan mereka. Namun kalau direnungi kembali sesungguhnya ada pesan yang sangat dahsyat dari Allah Ta'ala didalam ayat ini khususnya bagi kader dakwah pengusung Panji-Panji Kejayaan islam di masa yang akan datang. Do'a itu mengandung pemikiran tentang visi kepemimpinan Ummat yang diawali dari pembentukan diri dan keluarga yang sakinah, yang dari sana akan melahirkan generasi pemimpin. Tidak main-main, generasi yang hendak dicetak adalah generasi Pemimpinnya Orang-Orang bertaqwa. Maka sesungguhnya bagi ummat islam yang benar-benar menghayati ayat ini dia akan paham bahwa harus ada keresahan bagi kaum muslimin tentang masa depan anak-anaknya. Yaitu tentang keresahan akan kualitas generasi yang aka datang. Mempersiapakan Generasi Pemimpin Ummat di masa yang akan datang.
Keresahan akan Generasi Penerus. Tema inilah yang menjadi beban bagi kami para pengurus wilayah di jawa Timur (terutama Departemen Kaderisasi) didalam memikirkan kualitas generasi islam yang akan datang. Dimana KAMMI telah memposisikan dirinya sebagai gerakan pemuda Islam yang menggaransi dalam manhaj Kaderisasinya untuk menjadi pengganti para pemimpin generasi saat ini. Pertanyaan-pertanyaan yang dapat menggambarkan kerisauan itu antara lain adalah: Bagaimana kualitas Ke-Imanan Mereka?? Bagaimana kulitas pemikiran mereka?? Sannggupkah kapasitas mereka mengusung Kebangkitan islam?? Mampukah mereka mengeluarkan ummat dari kesengsaraan?? Kuatkah diri mereka bertahan ketika dihampiri gelombang Hambatan, Tantangan, Ujian dan Cobaan yang mungkin tak pernah mereka sangakakan? Dan segudang pertanyaan lain yang menggelayuti pikiran ketika KAMMI ingin merealisasikan Ke-Pemimpinan bagi orang-orang yang bertaqwa.
Sesunghnya Manhaj kaderisasi KAMMI dengan Out Come Kader "Muslim Negarawan" telah dikonsep sedemikian rupa, sehingga visi melahirkan Pemimpin Ummat di massa yang akan datang sesuai dengan yang diinginkan Islam bisa lebih dekat untuk bisa diaplikasikan. Daurah marhalah 3 yang akan antum ikuti adalah bagian dari ikhtiar itu. Maka penting untuk ditanamkan dalam diri antum bahwa, terpilihnya antum untuk mengikuti pengkaderan tahap 3 ini membawa harapan besar bagi kelangsungan proses kelahiran generasi pemimpin ummat di masa yang akan datang. Kita semua tentu memahami bahwa proses untuk mencetak para pemimpin ummat massa depan ini bukanlah proses yag mudah. Dianya adalah sebuah proses yang berat, memakan waktu yang tidak sebentar, membutuhkan sarana-sarana yang banyak, mengeluarkan dana yang tidak sdikit, dan tentunya melalaui mekanisme seleksi yang ketat. Dan antum tentu telah melalui prosesi itu di KAMMI, dan dianggap layak untuk menjadi stock kepemimpinan bagi Gerakan ini, yang nantinya akan ditransformasikan menjadi pemimpin-pemimpin ummat di negeri ini.
Antum tentu memahami bahwa dalam sebuah gerakan dakwah (khusunya dalam hal ini adalah KAMMI) adanya levelisasi dalam pengkaderan adalah sebuah keniscayaan. Setelah mengikuti level pengkaderan yang lebih tinggi, maka antum akan naik kepada jenjang kader yang lebih tinggi pula. Dalam hal peningkatan level pengkaderan ini, ada dua aspek yang menjadi penilaian untuk menaikkan seorang kader menuju kepada jenjang yang lebih tinggi. Yang Pertama adalah aspek Kapasitas. Untuk memasuki ke jenjang pengkaderan tingkat 3 ini, antum telah dinilai memenuhi apa yang kita sebut dengan Muwashofat (kecakapan) sebagai AB 2. (Terlepas apakah antum telah bena-benar memenuhinya atau tidak, apabila antum telah lolos seleksi maka antum dianggap selesai dengan pemenuhan muwashofat itu). Disinilah kemudian perlunya antum melihat kembali kapasitas diri antum tersebut. Melihat kembali sejauh mana kapasitas itu ada pada diri kita, menjadi bekal bagi kita untuk terus memiliki semangat belajar dan berusaha semaksimal mungkin memenuhi muwashofat yang mungkin terasa kurang. Aspek kapasistas ini akan terlihat secara dzahir nantinya, sehingga kelayakan antum mengikuti jenjang pengkaderan level 3 juga akan antum pertanggungjawabkan.
Aspek yang kedua adalah Loyalitas. Kenapa hal ini penting untuk dijadikan ukuran? Dalam sebuah gerakan dakwah (wa bil khusus KAMMI) tongkat Loyalitas seorang kader menunjukkan komitmen dan tanggungjawabnya pada amanah yang akan diembankan padanya. Sehingga semakin tinggi jenjang seorang kader, maka Amanahnya juga akan semakin berat, dan tanggungjawabnya juga semakin luas. Pengaruhnya pun juga akan semakin tinggi bagi gerakan. Hal ini menjelaskan kenapa Ketua KAMMDA harus AB 3 mislanya. Pemimpin yang akan dilahirkan dari gerakan ini harus benar-benar memiliki loyalitas yang tinggi kepada Islam dan Gerakan dakwah ini. Sehingga eksistensi gerakan dan keberlangsungan dakwah didalamnya bisa terus terjaga sampai akhir nanti. Maka secara sadar kesiapan antum untuk dijadikan pemimpin di level apapun dalam gerakan ini harus semakin kuat. Kontribusi nyata antum untuk KAMMI dan dakwah nantinya juga harus semakin tinggi.
Satu hal penting yang harus antum ingat ketika memasuki jenjang pengkaderan level 3 ini adalah tentang Ke-TELADAN-an. Nanti antum akan disebut sebagai kader AB 3. Bagi kader KAMMI tentu ini merupakan label yang prestisius yang bisa menunjukkan strata kader yang lebih tinggi. Maka berhati-hatilah akan jebakan Ke-Sombong-an. Baik itu kesombogan intelektualitas, kesombongan popularitas, ataupun kesombongan dalam dimensi yang lain yang bisa menghapuskan nilai pahala antum di hadapan Allah Ta'ala. Kebanggaan sebagai kader AB 3 KAMMI boleh-boleh saja menjadi perasaan pribadi, asalkan tidak terekspresikan secara berlebihan. Maka anggaplah levelisasi jenjang pengkaderan ini sebagai PERISAI bagi antum. Perisai untuk lebih menjaga akhlak antum, perisasi untuk lebih menghidari kemaksiatan, perisai untuk terus meningkatkan kapasitas dan kontribusi bagi dakwah. Karena antum akan menjadi TELADAN bagi kader AB 2 dan AB 1 di sekitar antum. Jangan sampai nanti ada kader yang kecewa dengan antum yang sudah berlabel AB 3.
Apakah masih ada diantara antum yang berangkat mengikuti sarana pengkaderan ini dengan keterpaksaan? Maka saya sampaikan kepada antum, segera hilangkan perasaan itu. Pahami kembali bahwa perjalanan antum ini adalah dalam rangka ibadah kepada Allah, dan mempersiapkan diri mengemban amanah Kholifah fil 'ard. Bukankah 2 hal itu yang menjadi misi kita di dunia ini?? Keterpaksaan itu dekat dengan Ke-Tidak Ikhlas-an. Maka apa yang antum harapkan dari Allah kalau tidak ada ke-ikhlasan dalam perjalan ini?? Antum telah memilih berangkat menuju arena DM 3, jangan sampai pengorbanan waktu, tenaga, fikiran dan tentunya dana antum menjadi sia-sia karena tidak sungguh-sungguh menjalani masa pengkaderan ini. Jadi berangkatlah dengan Kesiap-siagaan penuh, selalu berpikir positif dalam setiap keadaan dan Enjoy The Journey ….
Semog Allah senantiasa Memberkahi setiap langkah antum dalam hal ketaatan dan perjuangan di Jalan-Nya…
Wassalamu'alaikum Warahmatullahhi Wabarakatuh..
Malang, 29 September 2012
Senja menjelang Maghrib..
Roby Purnawirawan
Twitter : @roby_purna
Sent from my Windows Phone



0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !