![]() |
| Aksi KAMMI JATIM 2014 |
oleh : Achmad Bukhori
Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia atau biasa disingkat KAMMI merupakan gerakan mahasiswa yang lahir sebagai jawaban atas tuntutan reformasi. Dalam tubuh KAMMI
mengalir darah para perjuang yang haus akan perubahan. Ruh perjuangan
ini tercermin dari nama gerakan itu sendiri yaitu “Kesatuan Aksi”
identik dengan sesuatu yang bersatu dan terus bergerak. KAMMI dituntut
terus bergerak karena KAMMI lahir dari rahim perjuangan mahasiswa yang
dekat dengan arus perubahan. Maka dari itu gerakan KAMMI tak bisa
terlepaskan dari arus perubahan. Perubahan yang dimaksud disini adalah
perubahan yang mempunyai dampak atau pengaruh pada kesejahteraan
masyarakat.
KAMMI sebagai gerakan mahasiswa yang mempunyai beban moral untuk
membantu dan mempercepat berbagai penyelesaikan problematika bangsa
Indonesia. Rakyat sangat berharap bahwa KAMMI mampu meneruskan
perjuangan dalam merealisasikan cita-cita reformasi yang belum
terselesaikan. Kontribusi KAMMI tentu melalui gerakan mahasiswa jalanan
yang kini sudah bertransformasi menjadi gerakan pembangunan. Sebagai
Harakatul Tajnid KAMMI diharapkan mempersiapkan kader-kader unggul
penerus yang dapat membantu memajukan bangsa nantinya sedangkan
sebagai Harakatul Amal harapannya KAMMI dapat mengerahkan
segala potesinya untuk membantu mengurai berbagai problematika bangsa
yang membelit saat ini. Jika perubahan atau keberadaan KAMMI tak
berdampak pada masyarakat maka menjadi pertanyaan adalah masihkah ada
“Ruh” perjuangan KAMMI.
KAMMI hadir hampir diseluruh pelosok negeri ini dengan berbagai
program sosial kemasyarakatannya. Beberapa diantaranya sempat tenar dan
menjadi Trending Topic yaitu Gerakan KAMMI Mengajar atau
disingkat GKM. Gerakan yang digagas KAMMI Jogja ini sempat menarik
perhatian publik dan diundang oleh salah satu Reality Show di
stasiun televisi nasional. Gerakan KAMMI Mengajar ini dimotori oleh
kader-kader KAMMI Jogja yang waktu itu fokus pada pendampingan dan
rekonstruksi masyarakat korban erupsi Gunung Merapi. GKM menjadi bentuk
manifestasi pengabdian KAMMI pada rakyat Jogja bahkan Indonesia. Masih
banyak Gerakan sosial yang KAMMI gawangi namun belum ter-blow up ke media.
Gerakan sosial yang dikelola KAMMI
menjadi wadah aktualisasi diri para kader yang memiliki kecenderungan
terhadap kegiatan sosial masyarakat. Gerakan sosial ini pula sebagai
wujud nyata pengabdian/kontribusi KAMMI terhadap rakyat. Selain gerakan
sosial, kontribusi lainnya yaitu pada gerakan politik. KAMMI berfungsi
sebagai gerakan politik ekstra parlementer, dimana KAMMI tidak terlibat
dalam politik praktis namun KAMMI terlibat dalam pengawalan jalannya
proses politik agar berjalan sebagaimana mestinya dan mengedepankan
kepentingan rakyat diatas kepentingan lainnya.
Belakangan ini muncul istilah dari gagasan seorang pengamat gerakan
pemuda/mahasiswa terhadap fenomena gerakan pemuda/mahasiswa saat ini
yaitu Gerakan Post-Modernisme dan Gerakan Konvensional. Gerakan
Konvensional dianalogikan sebagai gerakan pola lama yang mendahulukan
pendekatan emosional, reaktif, kebanggan kelompok, dsb yang dianggap
kurang menghasilkan dampak nyata ke masyarakat. Sedangkan gerakan
Post-Modernisme lebih diidentikkan sebagai gerakan perlawanan terhadap
pola-pola konvensional yaitu mendahulukan dampak nyata dan kontribusi
nyata (langsung) suatu gerakan pada masyarakat. Gerakan Post Modernisme
tidak mengedepankan golongan bahkan mengganggap usang terhadap
gerakan-gerakan yang masih mengedepankan golongannya. Bermunculannya
berbagai komunitas, forum, club, dsb, yang berisi para pemuda dengan
berbagai tujuan pula adalah sebagai indikator gerakan postmo. Fenomena
ini sebagai pertanda bahwa gerakan post modernisme tumbuh dikalangan
pemuda meskipun belum tentu tahu makna gerakan itu sendiri.
Kondisi saat ini memang memperlihatkan gerakan mahasiswa konvensional
menitik beratkan pada pengkaderan atau penanaman ideologi. Hal ini
wajar pasca reformasi gerakan-gerakan perlawanan mahasiswa memang
relatif menurun dikarenakan kondisi perjuangan yang berbeda sehingga
pola-pola lama yang merupakan warisan perlawanan saat masa reformasi
menjadi kurang relefan dengan kondisi realitas sosial saat ini. Dengan
menurunnya aspek amal sebagai warisan gerakan reformasi maka yang
menonjol adalah gerakan ideologinya. Hal ini yang kemudian menjadi
masalah, jika gerakan tidak segera berbenah diri.
Bagaimana KAMMI memposisikan diri?
Saat ini pemuda menghadapi berbagai tantangan penyakit yang berubah
menjadi penyakit kronis. Penyakit ini muncul dari dalam dan lingkungan
pemuda yaitu, hedonisme, apatisme, anarkisme dsb. Gerakan model apapun
ketika pemuda telah terjangkiti maka akan susah bergerak dan cenderung
destruktif. Saat ini gerakan pemuda khususnya KAMMI mempunyai tugas
bagaimana melawan penyakit kronis pemuuda ini melalui gerakan
pengkaderannya.
KAMMI harus
terus bertransformasi mengikuti perkembangan jaman, mengingat setiap
jaman memiliki tantangan yang berbeda pula. Tak menutup kemungkinan
bahwa gerakan yang saat ini dikategorikan sebagai gerakan modern namun
menjadi gerakan konfensional dikemudian hari. Untuk itu gerakan pemuda
ideal sejatinya harus sudah tertanam dalam diri KAMMI. KAMMI tidak
hanya mengedepankan aspek penanaman ideologi semata atau sebaliknya
mengedepankan aspek kontribusi pada masyarakat semata, melainkan aspek
penanaman ideologi (pengkaderan) selaras dengan kontribusi nyata ke
masyarakat. Seimbangnya ideologi dan kontribusi maka perjuangan jadi
lebih berarti, tertata dan amal yang dilakukan berefek luas dampaknya.
KAMMI harus tetap eksis dengan kembali dan menjalankan fungsi
“puritan”-nya yaitu sebagai Harakatul Tajnid dan Harakatul Amal tak
boleh timpang disatu sisi saja. Dengan begitu KAMMI akan terus eksis dan
terus dapat berkontribusi untuk Indonesia.
sumber : achmadbukhori.web.id



0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !