Sidoarjo-Bidang Pemberdayaan Perempuan (BPP) Pengurus Wilayah Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Jawa Timur menggelar Rapat Koordinasi Wilayah dan Mabit di lingkungan TK Al Irsyad, Desa Candi Kabupaten Sidoarjo, Sabtu/Ahad (14-15/02/15)
Agenda yang diselenggarakan selama dua hari ini, terlaksana sebagai realisasi program kerja dari BPP KAMMI Jatim. Sejumlah anggota perempuan KAMMI di lingkup wilayah JATIM turut serta dalam agenda tersebut, mulai dari Surabaya, Sidoarjo, Ponorogo, Bojonegoro, Jember dan Malang.
Aisyah Syariasih selaku Humas Acara memaparkan, “Acara Rakor diawali dengan Stadium General, sebagai pemateri Ibu Endang Wahyu Anjadiani selaku Ketua Bidang Perempuan salah satu Ormas di Sidoarjo. Stadium General mengangkat tema perempuan sebagai rahim peradaban. Setelah itu agenda dilanjutkan dengan membahas permasalahan atau isu perempuan di Jawa Timur terutama isu Pelecehan seksual karena Jatim termasuk provinsi dengan tingkat pelecehan seksual tertinggi”.
Tema Perempuan sebagai Rahim Peradaban sengaja diangkat oleh penyelenggara agar Perempuan KAMMI fokus pada perbaikan internal Kader Prempuan KAMMI Jatim. Selain itu Mauliatuz Zuhro selaku pengurus BPP Jatim menuturkan, “Perempuan KAMMI sebagai cikal bakal ibu, dimana ibu adalah Madrasatul Uulaa dan Madrasatul Kubra bagi anak-anaknya.”
Perempuan yang akrab disapa Lia ini juga menambahkan pentingnya peran perempuan dalam membangun peradaban, “Perempuan memiliki peran strategis dalam pembangunan peradaban. Harapan kedepan perempuan bisa melahirkan Generasi Mutamayyiz/Unggulan baik secara biologis maupun ideologis”, Jelasnya.
Selain agenda Rapat Koordinasi, dalam kesempatan kali ini BPP KAMMI Wilayah Jatim juga mengadakan Mabit dan Fokus Grup Discussion yang diikuti oleh seluruh peserta Rakorwil. Selain sosialisasi Proker, dalam sesi FGD juga membahas tentang berbagai permasalahan perempuan yang kerap terjadi terutama kejahatan asusila dan bagaimana solusinya. “Sebagai hasil dari FGD, peserta forum sepakat untuk mengangkat isu asusila sebagai isu bersama seluruh BPP se-Jatim mengingat Jatim termasuk daerah paling tinggi dan darurat kejahatan asusila se-Indonesia”, pungkas Lia. (abc)



0 comments:
Speak up your mind
Tell us what you're thinking... !