Headlines News :
Home » , » Ritme Jihad Tak Mengikuti Ritme Hati

Ritme Jihad Tak Mengikuti Ritme Hati

Written By KAMMI Jatim on Sabtu, 21 Maret 2015 | 08.34

pasukan kavaleri Islam
Ilustrasi Pasukan Kavaleri Islam (sumber gambar : www.republika.co.id)

“ Berangkatlah kamu baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu dijalan alloh, yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui  “. ( Qs.At-taubah : 41 )

Banyak orang berbicara berbicara tentang keutamaan jihad, perbedaan orang yang berjihad dan tidak berjihad, sudah selesai kiranya untuk para aktivis pergerakan dakwah membahas perihal tersebut. Ayat diatas mengulas  anjuran berjihad bagi setiap muslim, anjuran untuk bergerak dalam kondisi apapun,” bergeraklah kamu baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat”, sebagai pengingat bahwa ritme jihad tidak mengikuti ritme hati yang naik turun. Bergerak saat ringan dan berhenti saat terasa berat, semakin berat untuk dijalani semakin besar pahala yang tercatat dan didapat. Namun tak berarti berangkat dalam keadaan ringan nilai yang didapat berkurang dan lebih sedikit. 

Jihad tak seperti matematika yang berbicara pengurangan dan penambahan, tapi jihad adalah tentang rahmad dan cinta. Maka bujuklah jiwamu dan ragamu tuk bergerak dan beramal lebih keras, “ dan aku tidak (menyatakan) diriku bebas ( dari kesalahan ), karena sesungguhnya nafsu itu mendorong kepada kejahatan, kecuali ( nafsu ) yang diberi rahmad oleh tuhanKu, sesungguhnya tuhanKu Maha Pengampun, Maha Penyayang”. ( Qs. Yusuf : 51 )

Mengingat bahwasannya Islam sampai ditengah-ditengah kita karena jihad para Assabiquunal Awwaluun, maka menapaki langkahnya adalah menapaki sunnah. Dakwah menjadi nafas, yang jika berhenti maka kematian adalah pilihannya, kematian jiwa, iman dan Islam.

Jihad dan Dakwah meminta segalanya dari kita, harta,jiwa bahkan nyawa. Karena kejayaan dan kemenangan Islam dibeli dengan keringat, air mata, harta dan darah para syuhada’. Namun yang menarik dari ayat tersebut Alloh menyebutkan kata harta sebelum jiwa,” dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu dijalan Alloh, yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui  “ pendahuluan kata harta menunjukkan keutamaan. Jihad dengan harta harta memiliki titik berat tersendiri, dalam firman Alloh Swt, “sesungguhnya harta-hartamu dan anak-anakmu adalah ujian”.(Qs. At-Taghabun:15)

Ditambah dengan tabiat dasar manusia yang kikir sebagaimana tertuang dalam firmannya, “Dan barang siapa yang terpelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.” ( Qs. At-Taghobun: 16)

Berjihad dengan harta adalah satu keutamaan tersendiri, karena ketika seorang Muslim berjihad dengan harta dia telah mengalahkan sifat kikir dalam dirinya, mengesampingkan keterpesonaan dan kesenangan terhadap harta dan hadirnya keyakinan bahwa ia tengah bertransaksi dengan Alloh.

Berjihad dengan harta dan jiwa, bukan suatu pilihan. Berjihad dengan harta saja atau berjihad dengan jiwa saja, namun penggabungan antara keduanya. Sebagaimana kisah Kaum Muhajirin yang iri terhadap Kaum Anshor yang alloh lebihkan dalam kekayaan namun tetap berjihad. Kaum Anshor telah berjihad harta dan jiwa mereka.wallohua’lam bishowab.

Penulis : Mauliatuz Zuhro




Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : achmad bukhori
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. KAMMI WILAYAH JAWA TIMUR - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template