Headlines News :
Home » , , , , , , » Silaturahmi KAMMI Ngawi, Hery Titipkan Mandat Pendidikan

Silaturahmi KAMMI Ngawi, Hery Titipkan Mandat Pendidikan

Written By KAMMI Jatim on Kamis, 23 Juli 2015 | 09.39



Doc : KAMMI Ngawi

NGAWI Pimpinan Pesantren Al Hijrah Ustad Hery, Lc dalam kunjungan dan silaturahmi tokoh Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Komisariat Ngawi berikan analisa tuntutan kebutuhan masa depan anak.

Dari aspek pendidikan Hery menilai belum adanya lembaga pendidikan yang sesuai untuk memenuhi kebutuhan anak.

“Selama ini saya belum menemukan pesantren/sekolah cocok untk kebutuhan masa dpn anak bangsa”, ungkap Hery, Rabu (22/07/2015)

Sistem negara Indonesia menurut Hery berada dalam keadaan yang memprihatinkan. Hal demikianlah yang menuntut terobosan baru sebagai pengubah dan jalan perbaikan.

Hery menambahkan di jaman modern ini masyaraka Indonesia disuguhi hal yang instan dan memicu setiap orang hrus memiliki uang.

Pihaknya mencontohkan kecondongan orang desa untuk lebih menggunakan LPG  daripada kayubakar yang dihasilkan dari ladang sendiri.

“Kita udah disetting oleh penguasa untk menjadi pekerja bkan manager. Lihat pemerintah memberikan iming-iming kepada lulusan SMK bisa bekerja di pabrik-pabrik besar baik dalam atau luar negri, lulusan terbaik perguruan tinggi akan menjadi tenaga ahli di perushan ternama”, Hery melanjutkan, “Dengan itu kita dididik dengan mental pekerja/buruh di pabrik/perusahaan asing. Ribuan bahkan jutaan orang kita saat ini menjadi pekerja di perusahaan asing seperti Freeport, Epson, Astra, dan lainnya, di mana kita tidak memberi income dalam negeri. Kita bekerja hanya bertujuan mencari uang”.

Masyarakat Indonesia, dijelaskan oleh Hery juga diajari agar menjadi konsumen bukan produsen. Negara tidak memberikan fasilitas atas melimpahnya perkebunan Indonesia, pemilik kebun meneruskan pengelolaan pada asing.

“Pemilik kebun terpaksa menjual ke pabrik-pabrik asing untuk mengolahnya. Masyarakat Indonesia sendrilah yang kembali membeli setelah jadi. Membeli dengan harga tinggi dan lagi-lagi kita perlu uang”, tandas Hery.

Ditambah kebijakan-kebijakan penguasa yang terkesan sembrono menempatkan Indonesia semakin menjadi negri yang memprihatinkan. 

“Berangkat dari itu, saya mengingikan pesantren atau sekolah yang mendidik anak untuk siap menghdapi dan memperbaiki bangsa ini, selain memiliki akhlak, keilmuan, keagamaan yang mumpuni, juga mencetak generasi dibidang produksi”, tambah Hery.

Hery mengutip perkataan Nabi Daud AS bahwa sebaik-baik rizki itu adalah rizki  yang kita hasilkan dgn usaha kita sendiri (produsen).

Di akhir taujihnya, Hery menyampaikan mandat kepada Kader KAMMI Ngawi beserta donatur dan walisantri untuk terus melanjutkan misi perbaikan, khususnya di bidang pembinaan melalui sekolah ataupun pesantren.

“Kami (red : pesantren) tidak mengedepankan latar blakang santri yang pintar ataupun jenius, tapi kami butuh santri yang baik, ulet dan istiqomah. Seandainya saya dan istri tutup usia, brarti antm2 smua yang hrus mlanjutkan cita-cita kami, baik itu mengembangkan yang sdah ada atau mendirikan pesantren sekolah yg baru dimanapun antum tinggal”, pungkas Hery. 

Kontributor : Gatot
Editor : Ern
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : achmad bukhori
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. KAMMI WILAYAH JAWA TIMUR - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template