Headlines News :
Home » , » Menyoal Semangat Pendidikan, GMNI dan KAMMI Bojonegoro Gelar Urun Rembug Hardiknas

Menyoal Semangat Pendidikan, GMNI dan KAMMI Bojonegoro Gelar Urun Rembug Hardiknas

Written By KAMMI Jatim on Jumat, 29 April 2016 | 05.57


Diskusi KAMMI Bojonegoro dengan GMNI

Hari ini Pendidikan menjadi barang yang mahal, serta dijadikan sebagai alat untuk mengoperasikan kekuasaan, melalui kurikulum, reproduksi tenaga pengajar bahkan hingga tataran metode pengajaran. Nilai pendidikan menjadi jauh panggang daripada api, jauh dari apa yang di semangatkan freire bahwa pendidikan yang seharusnya memerdekakan dan membebaskan manusia dari situasi situasi menindas diluar dari kehendaknya, menjadi pendidikan yang menghamba pada kepentingan modal daan menjauhkan pada realitas social yang ada.

Momentum 2 mei sebagai hari pendidikan nasional, PD KAMMI Bojonegoro bersama DPC GMNI Bojonegoro (28/04/2016) melakukan urun rembug mengenai persoalan pendidikan hari ini, khususnya lingkup Kabupaten Bojonegoro Raya. Kawan Musa selaku Kadep KP PD KAMMI Bojonegoro memaparkan, patut disayangkan jika bojonegoro sebagai daerah yang memiliki potensi sumberdaya alam yang melimpah khususnya minyak, hanya mengalokasikan Dana Bagi Hasil (DBH) untuk bojonegoro sesuai PP nomer 5 tahun 2005 sebesar 0,2% dari besaran prosentase DBH sebesar 6,2% dan 6 % tidak secara spesifik dialokasikan kepada pembangunan tertentu.

Kawan Ilham selaku ketua Daerah KAMMI Bojonegoro menambahkan bahwa, sesuai Undang-undang No. 33 tahun 2004, pengalokasian dana bagi hasil gas bumi, pembagiannya meliputi 69,5% untuk pemerintah pusat, dan 30,5% untuk daerah, dan daerah memiliki hak untuk mengalokasikan dana untuk pendidikan dasar tak lebih dari 0,5% pada daerah yang bersangkutan. Sangat memprihatinkan jika di telisik bahwa alokasi dana khususnya untuk pendidikan bagi hasil sangat minim di kabupaten bojonegoro. Yang kemudian juga di atur dalam peraturan pemerintah 55 tahun 2005 tentang dana perimbangan.

Disisi lain dari gambaran dana bagi hasil Sumber daya alam Minyak dan gas bumi, kawan Mifta selaku Ketua umum DPC GMN Bojonegoro menyesalkan atas maraknya pungli yang terjadi di dunia pendidikan Bojonegoro, dia menyebutkan adanya institusi pendidikan yang menjadikan pungli sebagai sampul dan ajang perlombaan bagi orang tua siswa untuk menyumbang dana lebih besar atau biasa disebut “lelang”. Kondisi ini dijadikan sebagai focusan untuk menjadi pembahasan di internal DPC GMNI, selanjutnya kawan mifta mempertanyakan akan Dana alokasi khusus yang dilakukan oleh Bupati yang secara mekanisme diindikasikan adanya pungutan liar. Kawan musa menambahi bahwa, perlu adanya mekanisme pengawasan khusus dalam pencairan dan pendistribusian dana alokasi khusus tersebut, “perlu adanya tinjau ulang tentang hal ini, tidak hanya narasi bupati, tapi segala macam mekanisme yang diejawantahkan dari kebijakan tersebut” tegasnya. Diskusi diakhiri pukul 22.13 Waktu Indonesia Berjuang, dengan sepakat bahwa akan membawa hasil diskusi kali ini untuk disampaikan kepada internal masing masing organ.

Sebagaimana yang disampaikan Datuk Tan Malaka yang sejatinya pendidikan harus memerdekakan dan membebaskan subyek didik menjadi insan yang mampu berdikari otot kawat tulang besi, malah terjerembab dalam KGB (kompeni gaya baru) yang mengejar gelar dan pengakuan tanpa praxis yang nyata. Pendidikan Indonesia hari ini masih dihantui oleh arwah kartini, arwah Ki hajar dewantara, arwah Tan Malaka, arwah KH Ahmad Dahlan, Arwah KH Hasyim ashari, jika korupsi dan watak inheren kapitalisme pendidikan masih tumbuh subur, kesenjangan pendidikan masih sangat terawatt dengan baiknya, komersialisasi pendidikan makin marak hingga ketingkatan akar rumput, dan tak layak jika arwah mereka masih saja menhantui dunia pendidikan republic. Segala bentuk Momentum ini harus direbut kembali, karena sebagai elemen yang tidak terpisahkan dari rakyat, dengan segenap kekuatan dari simpul rakyat untuk mendobrak para konservatif pendidikan yang menjaga status quonya, dan menganyang habis para kaum berparadigma liberalistic yang katanya moderat dengan paradigm pendidikan kritis dengan tujuan merubah struktur fundamental dalam kancah politik, ekonomi masyarakat dimana pendidikan itu berada.

Oleh : umarov azzami – Humas PD KAMMI Bojonegoro masa bakti 2016-2017
Share this article :

0 comments:

Speak up your mind

Tell us what you're thinking... !

 
Support : achmad bukhori
Proudly powered by Blogger
Copyright © 2011. KAMMI WILAYAH JAWA TIMUR - All Rights Reserved
Template Design by Creating Website Published by Mas Template